Jumat, 11 Mei 2018

Memulai Ulang


Sudah sangat lama semenjak terakhir kali saya menulis. Karena kesibukan? Tidak juga. Saya terlalu banyak menunda, dengan alasan, menulis bukan prioritas. Juga, saya terlalu menganggap diri sibuk, dengan alasan, ada teaching report  atau Lesson plan yang harus dilengkapi. Sering kali, saya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk membaca time line media sosial, dengan alasan, saya butuh penyegaran otak dengan membaca beberapa lelucon atau humor receh.

Namun , saya menyadari bahwa dalam kurun waktu tersebut, saya menjadi tidak produktif. Tidak ada output. Tidak ada karya. Saya berusaha mengisi waktu dengan membaca buku, mendengar curhatan Ibu atau membantu adik mengerjakan PR untuk setidaknya mengurangi kekosongan waktu. Kosong. Kata itu yang menjadi awal kerisauan saya. I have nothing to do! Kata yang menurut saya sangat berbahaya untuk diucapkan. Jangan sampai mengakar ke otak! Ketiadaan kegiatan membuat saya gelisah. Saya yakin, anak muda seusia atau mungkin sepemikiran saya akan menggalau ketika pemikiran semacam ini muncul.

Lalu, suatu hari saya mencoba memperbaiki semuanya dengan mulai menjadwalkan kegiatan saya tiap harinya di ponsel menggunakan aplikasi To Do List, tapi terkadang saya lupa menjadwalkan kegiatan saya diesok hari karena pulang larut malam setelah mengajar. Lelah karena seharian mengajar menjadi salah satu alasan andalan saya untuk tidak menulis. Well, semua jadi semakin memburuk dengan terbengkalainya jadwal kegiatan, tidur jadi tidak teratur, bangun sering kesiangan, saya sudah sangat jarang menyaksikan pemandangan matahari terbit. Tidak ada tulisan, tidak ada bacaan kecuali time line, saya merasa rasa malas sudah menghantui.

Hingga saya mengikuti beberapa grup daring via whatssup. Salah satu yang sangat bermanfaat adalah SHSJ. Grup ini memaksa kita untuk menyetor laporan khatam 1 juz tiap harinya. Awalnya saya rajin mengkhatamkan bacaan 1 juz tiap harinya, di tengah-tengah saya mulai menumpuk bacaan lalu marathon di satu waktu, misalnya di hari libur. Tapi saya tidak ingin mengakhiri perjuangan saya untuk membaca Al-Qur’an. Setidaknya, ada yang mengurangi pemikiran I have nothing to do di dalam otak saya.

Kemudian, saya mencoba kembali menjadwalkan kegiatan keseharian saya dengan mengaplikasikan tontonan youtube yang menggunakan Bullet Journal. Dengan metode ini, kita dapat mengontrol beberapa hal seperti kegiatan, kebiasaan, pengeluaran dan pemasukan di setiap bulannya. Bahkan, dengan sedikit modifikasi, kita dapat membuat sendiri jurnal kegiatan kita di setiap harinya. Hal yang keren dari Journal ini adalah meskipun kita lupa menjadwalkan, kita tetap bisa mengisinya dengan metode diary. Sehingga, kita bisa mengontrol seproduktif apa kita di setiap harinya.

Sudah hampir 2 bulan saya menggunakan metode jurnal ini untuk mengontrol produktifitas saya, setidaknya ini adalah artikel pertama yang saya tulis semenjak menggunakan jurnal. Saya berharap, jurnal ini akan membantu saya menjadi produktif selama Ramadhan. Saya sudah membuat Ramadhan Goal yang saya harap bisa tercapai. Untuk teman-teman yang juga merasakan galau karena tidak produktif, silahkan kunjungi YouTube dan tonton video dengan judul Bullet Journal. Mudah-mudahan membantu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar