Sudah
sangat lama semenjak terakhir kali saya menulis. Karena kesibukan? Tidak juga.
Saya terlalu banyak menunda, dengan alasan, menulis bukan prioritas. Juga, saya
terlalu menganggap diri sibuk, dengan alasan, ada teaching report atau Lesson plan yang harus dilengkapi.
Sering kali, saya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk membaca time line media sosial, dengan alasan,
saya butuh penyegaran otak dengan membaca beberapa lelucon atau humor receh.
Namun
, saya menyadari bahwa dalam kurun waktu tersebut, saya menjadi tidak
produktif. Tidak ada output. Tidak ada karya. Saya berusaha mengisi waktu
dengan membaca buku, mendengar curhatan Ibu atau membantu adik mengerjakan PR
untuk setidaknya mengurangi kekosongan waktu. Kosong. Kata itu yang menjadi
awal kerisauan saya. I have nothing to
do! Kata yang menurut saya sangat berbahaya untuk diucapkan. Jangan sampai
mengakar ke otak! Ketiadaan kegiatan membuat saya gelisah. Saya yakin, anak
muda seusia atau mungkin sepemikiran saya akan menggalau ketika pemikiran
semacam ini muncul.
Lalu,
suatu hari saya mencoba memperbaiki semuanya dengan mulai menjadwalkan kegiatan
saya tiap harinya di ponsel menggunakan aplikasi To Do List, tapi terkadang saya lupa menjadwalkan kegiatan saya
diesok hari karena pulang larut malam setelah mengajar. Lelah karena seharian
mengajar menjadi salah satu alasan andalan saya untuk tidak menulis. Well, semua jadi semakin memburuk dengan
terbengkalainya jadwal kegiatan, tidur jadi tidak teratur, bangun sering
kesiangan, saya sudah sangat jarang menyaksikan pemandangan matahari terbit.
Tidak ada tulisan, tidak ada bacaan kecuali time
line, saya merasa rasa malas sudah
menghantui.
Hingga
saya mengikuti beberapa grup daring via whatssup.
Salah satu yang sangat bermanfaat adalah SHSJ. Grup ini memaksa kita untuk menyetor laporan khatam 1 juz tiap
harinya. Awalnya saya rajin mengkhatamkan bacaan 1 juz tiap harinya, di
tengah-tengah saya mulai menumpuk bacaan lalu marathon di satu waktu, misalnya
di hari libur. Tapi saya tidak ingin mengakhiri perjuangan saya untuk membaca
Al-Qur’an. Setidaknya, ada yang mengurangi pemikiran I have nothing to do di dalam otak saya.
Kemudian,
saya mencoba kembali menjadwalkan kegiatan keseharian saya dengan
mengaplikasikan tontonan youtube yang
menggunakan Bullet Journal. Dengan
metode ini, kita dapat mengontrol beberapa hal seperti kegiatan, kebiasaan,
pengeluaran dan pemasukan di setiap bulannya. Bahkan, dengan sedikit
modifikasi, kita dapat membuat sendiri jurnal kegiatan kita di setiap harinya.
Hal yang keren dari Journal ini
adalah meskipun kita lupa menjadwalkan, kita tetap bisa mengisinya dengan
metode diary. Sehingga, kita bisa mengontrol seproduktif apa kita di setiap
harinya.
Sudah
hampir 2 bulan saya menggunakan metode jurnal ini untuk mengontrol
produktifitas saya, setidaknya ini adalah artikel pertama yang saya tulis
semenjak menggunakan jurnal. Saya berharap, jurnal ini akan membantu saya
menjadi produktif selama Ramadhan. Saya sudah membuat Ramadhan Goal yang saya harap bisa tercapai.
Untuk teman-teman yang juga merasakan galau karena tidak produktif, silahkan
kunjungi YouTube dan tonton video
dengan judul Bullet Journal. Mudah-mudahan membantu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar